Tuesday, December 21, 2010

S.O.D's photo on my blog

Add caption
This is my big fam S.O.D
I love 'em sooooo much :*
malam in tak ada yang ingin ku sampaikan sebenarnya
hanya saja, rasanya udara dingin malam ini terlalu menusuk tulang-tulangku
membuatku sedikit sulit bernafas
setiap oksigen yang ku hirup terasa dingin dan beku
aku tidak tahu, ini nyata atau hanya perasaan ku saja
memang benar malam ini yang sangat dingin, atau hati yang terlalu merindu
entahlah, rasanya aku terlalu melankolis akhir-akhir ini
begitu banyak tentang kamu di dalam catatanku ini
bahkan namamu berserakan di dalam diariku 2 minggu ini
aku merasa seperti seekor merpati
yang terlalu lemah untuk badai atau pun terbang terlalu jauh
kau tahu, terkadang aku menolak perasaan ini dalam diriku
tapi hati memang tidak bisa berbohong
tapi aku masih terlalu malu untuk mengakuinya
atau bahkan hanya sekedar mengatakannya
bahwa aku ingin bertemu dengan mu saat ini juga, aku tak bisa tidak bertemu denganmu walau hanya sehari
kau tahu, aku merindukanmu

*for my lil' bro who always gives a smile when I fall
love you :)

Wednesday, December 15, 2010

malam ini pikiranku penuh tentangmu
rasa ini seluruhnya untukmu malam ini
kau ada dan nyata, begitu jelas
ah, bahkan aku tidak dapat menemukan kata-kata yang pas untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiranku saat ini
sungguh, kau telah mengambil sebagian dari ruangan yang sengaja ku kosongkan
setelah kejadian yang sangat menyakitkan dan menyayat itu hingga aku tak mampu berucap, aku belum membuka hatiku lagi
dan membuatku beranggapan, aku tidak membutuhkannya, apa yang tengah, dan ku rasa selalu, digilai remaja seumurku, cinta
lalu kau lewat di depanku yang tengah mencoba mengunci pintu itu rapat-rapat dengan diam, tatapan dan senyummu yang hingga kini pun melekat dalam benakku
sungguh, rasanya malam ini hujan pun mengerti
ini bukan cinta, tapi aku menyayangimu

*A.M.S

Dia

entah kemana pikiran ini melayang, rasanya ia terbang begitu tinggi, ringan
entah kemana pikiran ini melangkah, rasanya ia telah berjalan jauh, senang
entah apa yang sedang ia lakukan saat ini, rasanya ia diam, hening
entah apa yang sedang ia rasakan saat ini, rasanya ada yang hilang, hampa
setinggi apapun aku terbang, rasanya aku selalu dalam keheningan
pikiran  ku ringan hingga ia menjadi kacau dan tak terarah
aku butuh pemberat, agar ia tak selalu terbang, agar ia tak begitu ringan
diamlah disini sesekali, berpijak pada bumi, di sampingku
tak perlulah kau terus melangkah, menyusuri jalanan panjang ini sambil menunduk
ini semua ada akhirnya, dan kau akan bertemu dengannya suatu saat, nanti
diamlah sesekali disini, temani aku dalam kehampaan ini
aku kosong dan bingung, aku butuh dia, hal yang sangat berarti dalam tulisan bahkan jiwaku
hal yang sudah tertanam dalam diriku sejak dulu
hal yang seharusnya ada, sehingga tak akan pernah menjadi hampa
tapi catatanku berkata lain
aku harus menemukannya susah payah, yang membuatku semakin mencintainya
ia, adalah hal yang telah ku cintai, semenjak aku tahu apa arti mimpi

dream

Khayalan dan mimpi, dua hal yang melekat kuat dalam diriku
Aku seorang pemimpi dan pengkhayal yang mahir
Bagiku, mimpi adalah jiwaku, bagian dari hidupku dan diriku yang tak akan pernah hilang apalagi memudar
Dia tetap diam disana, di tempat yang seharusnya. Dan aku, selalu mencoba untuk mewujudkan mimpi-mimpiku.
Layaknya jalan yang tak pernah selalu lurus dan mulus, ataupun hidup yang tak selalu bahagia, mimpiku pun begitu, dia tak selalu indah.
Semakin kuat sugestiku untuk mencapai mimpi itu, semakin banyak dan berat juga aral yang akan aku hadapi.
Honestly aku belum siap untuk menghadapi semuanya. Tapi akan mencoba, berusaha dan tetap berjuang.
Aku adalah satu dari sekian miliar manusia yang memiliki mimpi. Dan aku adalah satu dari sekian juta manusia yang memiliki mimpi sebenarnya. Mimpi yang seharusnya di wujudkan, bukan hanya tersimpan dalam kotak jiwa yang berdebu.
Aku tidak bisa meninggalkan mimpiku disana, di kotak itu.
Ia ku simpan di tempat seharusnya, dan ia bergerak, perlahan dan pasti.
Ia membakar kayu semangatku, ia alasan ku untuk berjuang, ia alasanku untuk bertahan, dan ia adalah segala alasan dalam hidupku.
Aku, tidak hanya ingin bermimpi, tapi aku juga ingin mewujudkan mimpi itu, dengan perjuangan yang ku lakukan sendiri, oleh otak, raga, jiwa, pikiran, dan perasaanku

DARE to dreaming
DARE to fight and make it real
that's what S.O.D means actually
keep dreaming and keep fighting guys :)
love you all

Monday, December 13, 2010

Siang ini begitu terik dan menyengat, membuatku enggan bergerak banyak. Karena setiap gerakan yang ku lakukan akan menghasilkan lebih dari 2 tetes keringat yang akan membalut tubuhku.
Aku menyeret kakiku, memaksanya untuk melangkah menuju tempat teduh yang memanggilku sedari tadi.
aku mengerjapkan mataku beberapa kali, mencoba menghilangkan kunang-kunang yang sibuk menari-nari di depan mataku.
Aku takut anemiaku kambuh, sungguh saat yang tidak tepat. Ku jatuhkan diriku di atas rumput yang sedikit kering, dan bersandar pada batang pohon yang besar, tegap dan kokoh. Aku meraba isi tasku secara brutal, mencoba mencari kipas lipatku. Sungguh, aku sangat sanga-t membutuhkan udara segar saat ini.
Walau ku tahu itu mustahil. Di tengah hari yang menyengat di ibu kota seperti ini sangatlah tidak mungkin mendapatkan udara segar untuk bernafas. Akhirnya ku temukan juga kipas lipatku setelah ku aduk-aduk isi tasku. Aku mengipasi diriku tanpa irama, berharap ada sedikit angin yang ku dapatkan. Aku mengelap peluh di dahi dan leherku dengan punggung tanganku. Sayup-sayup ku dengar alunan kotak musik yang mampu-sedikit-menenangkan jiwaku. Ah, dia datang lagi rupanya. Aku tersenyum kecil dan memejamkan mataku, mencoba melumat nada-nada indah itu dalam pikiranku. Aku membuka mataku dan melirik jam tanganku yang melingkar dengan manisnya di pergelangan tangan kiriku, tepat pukul 1:40.
Aku tidak tahu apa artinya, tapi ia selalu datang tepat waktu setiap hari. Tidak pernah kurang apalagi lebih.
"Aku menepati janjiku," katanya setengah berbisik. Suaranya bergetar dan halus. Aku tersenyum, walaupun ia tak mungkin bisa melihat senyumku.
"Aku selalu di sini, di sisi pohonmu yang lain," katanya, "...bolehkah aku melihat sisi pohonmu? Karena walaupun telah lama aku mengenal pohon ini, aku tidak tahu rupa indah sisinya yang lain."
Aku tersenyum, entahlah, aku merasa berirama, "datanglah dan bawakan musik itu untukku."
Dn ini lah dia, alunan musikku yang selalu menepati nadanya.

Monday, November 22, 2010

Intermezzo

Tidak semuanya berjalan indah sesuai kenyataan teman :)
Ada kalanya kita jatuh terduduk atau pun lebih dari itu
Dan ada kalanya kita berdiri gagah di puncak Mount Everest
Next on my story... ;)